Saturday, 01 November 2014
Kabar Hangat
You are here: Home » Politik » Partai Politik » Milton Pakpahan, Kedepankan Provinsi Tapanuli, Listrik dan Jalan

Milton Pakpahan, Kedepankan Provinsi Tapanuli, Listrik dan Jalan

0203_Milton di Huta Nabolon

BERBAUR : Keramahan sudah menjadi sifat Milton Pakpahan dalam menjalani hidup keseharian. Seperti ditunjukkan saat bercengkerama dengan warga Kelurahan Huta Nabolon Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sabtu 1/3 sore kemarin. Sonny Lee Hutagalung / Kabar Tapanuli.com

Tinggalkan Tanah Papua Untuk Bangun Kampung Halaman

PANDAN – Lahir di Jakarta, 2 September 1963 silam, tidak membuat Sumanggar Milton Pakpahan melupakan kampung halaman orangtuanya, Tanah Batak. Karir menanjak di bidang usaha yang mengantarkannya ke kursi DPR RI di Senayan, tidak lantas meninggalkan kecintaan pada wilayah Tapanuli. Tekadnya, turut membangun kampung halaman melebihi apa yang telah dibuatnya di Tanah Papua, tempatnya mendulang suara ke kursi parlemen Indonesia.

Inang pangintubu boru Hutagalung par Sitahuis do, sian huta Naga Timbul. Anggo bapak sian Pangaribuan, Tarutung ma. Lungun do roha mangida roa ni dalan di huta ta on, songon i nang listrik naso adong dope di huta-huta na dao (Ibu saya bermarga Hutagalung orang Sitahuis, dari kampung Naga Timbul. Kalau ayah dari Pangaribuan, Tarutung. Sedih hati melihat jeleknya jalan di kampung kita ini, begitu juga listrik yang belum ada di kampung-kampung yang jauh),” ungkap Milton Pakpahan di hadapan ratusan warga Kelurahan Huta Nabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sabtu 1/3 sore kemarin.

Di pertemuan yang digelar di halaman rumah orangtua dari Sondang Tambunan di Lingkungan II Huta Nabolon, Milton yang saat ini duduk di Komisi VII DPR RI, menekankan pentingnya kualitas jalan. Jika jalan mulus, maka roda perekonomian masyarakat akan jadi lebih baik. “Jalan rusak jangan disembunyikan. Bagaimana ekonomi masyarakat bisa naik kalau jalan rusak. Apalagi Tapanuli Tengah yang menjual pariwisatanya, bagaimana mau hidup pariwisata jika jalan jelek,” singgung Milton yang berlatarbelakang di DPR RI mengurusi bidang Energi, Sumber Daya Mineral, Riset, Teknologi dan Lingkungan Hidup.

Milton yang di Pemilu 2014 nanti akan menuju Senayan dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara II, dengan nomor urut 2 lewat Partai Demokrat, mementingkan pentingnya energi terbarukan untuk menghasilkan listrik. Sebab listrik menjadi kebutuhan utama yang hingga kini tetap bermasalah di mana-mana. Di Tapteng dan Kota Sibolga pun, belakangan ini kerap terjadi pemadaman listrik bergilir oleh PT PLN. Padahal, kata dia, ada banyak potensi untuk menghasilkan listrik, tapi kebanyakan masih memakai bahan bakar minyak berbiaya tinggi.

“Sampah pun bisa jadi listrik, pakai BBM itu biayanya mahal. Bagus lagi kalau di daerah ini ada air terjun kecil, bisa jadi pembangkit listrik. Kita harus rubah cara berpikir dalam hal listrik ini,” ujar Milton, termasuk salah seorang anggota Dewan Energi Nasional yang mengurusi persoalan listrik di Indonesia.

Peraih gelar sarjana pada jurusan Teknik Fisika Institut Tehnologi Bandung ini menambahkan, kebutuhan listrik Sumut mencapai 1.700 Mega Watt. Sebesar 250 MW telah ditambah hingga tahun 2013. Selaku pihak yang berwenang, Milton telah meminta PT Indonesia Asahan Alumunium atau Inalum, untuk mengalokasikan listrik bagi masyarakat sebesar 200 MW. Hanya saja, baru 35 MW yang disanggupi. “Makanya saya upayakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Dan PLTS di Nias sudah beroperasi, termasuk di Kecamatan Manduamas. Empat tahun lalu saya berjuang menghidupkan PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) di Sarulla,” ungkapnya.

Pemadaman bergilir di Sibolga dan Tapteng belakangan ini, menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi Milton Pakpahan. Meski duduk di Senayan dari daerah pemilihan Papua, Milton tidak berhenti memikirkan kampung halamannya. Terlebih, istri tercinta (Dr Merry Lidia Silalahi)  juga berasal dari Tanah Batak. Tepatnya, Soposurung di Balige, Kabupaten Toba Samosir. “PLTU Labuhan Angin sedang rusak. Karena mesinnya buatan Cina dan baru lima tahun sudah rusak,” jelasnya.

Di atas seluruh persoalan tersebut, Milton Pakpahan menyebut pembentukan Provinsi Tapanuli sangat penting. Agar rentang kendali birokrasi lebih singkat dan efesien dengan luasnya wilayah Sumut yang terdiri dari 33 kabupaten dan kota. Merasa diri sebagai Putera Batak, Milton turut berjuang bersama para politisi asal Tanah Batak lainnya. Alhasil, Amanat Presiden telah diterbitkan tanggal 27 Desember 2013 lalu. Yang menugaskan menteri terkait untuk membahas undang-undang terkait pembentukan 65 Daerah Otonomi Baru, termasuk Provinsi Tapanuli.

“Menang atau tidak dalam Pemilu 2014 nanti, saya tetap akan berjuang untuk Provinsi Tapanuli Raya. Karena selama ini, meski saya anggota DPR RI asal Papua, tetap berjuang untuk Tanah Batak,” kata Milton yang diminta mertuanya, Letnan Jenderal (Purnawirawan) TB Silalahi, untuk kembali ke kampung halaman dan turut membenahi daerah Tapanuli.

Mendengar pengalaman Milton yang banyak berpartisipasi untuk tanah Papua, warga Huta Nabolon, khususnya di Lingkungan II, berharap  hal yang sama dilakukan pada Tapanuli. Tidak hanya infrastruktur jalan, listrik dan sarana lainnya, pendidikan di Tapteng juga masih butuh penanganan lebih baik lagi. “Unang gabe huta nadeba dipature, huta taon ma nian. (Jangan jadi kampung orang lain yang diperbaiki, kampung kita inilah mestinya),” sahut H Sitompul, warga setempat yang berprofesi sebagai Penyiar Radio.

“Di sini ada Sampuran (Air Terjun) Aek Saili, mungkin bisa jadi pembangkit listrik. Kan masih ada kampung di sini yang belum dapat listrik PLN,” ujar A Hutagalung kepada Kabar Tapanuli.com. Wanita paruh baya ini mengaku sedih melihat kondisi kampung-kampung yang belum bisa menikmati penerangan selama 24 jam sehari.

Sementara Sondang Tambunan yang akrab disapa Tilung, merasa akan lebih mantap jika nantinya Milton Pakpahan terpilih kembali duduk di DPR RI. Tilung yang mencalonkan diri sebagai Calon Anggota DPRD Tapanuli Tengah dari daerah pemilihan I, bernomor urut 7, berharap ada rekan kerja di Senayan. “Saya tinggal telepon ke Senayan, kasih tahu sama pak Milton, apa yang dibutuhkan Tapteng. Jadi ada yang membantu kerja kami di DPRD Tapteng nantinya,” katanya.    SONER KLEND SABBATH

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect. shared on wplocker.com